Pengalamanku Meng Aransemen Musik Qosidah
Membuat aransemen musik merupakan hal yang sangat mungkin membuat kepala puyeng. Apalagi jika dikerjakan oleh orang yang belum berpengalaman membuat aransemen musik. Pekerjaan ini membutuhkan ilmu dan pengalaman yang cukup banyak. Ilmu bisa didapatkan dengan kita terus belajar dan belajar memahami dan mencari pengetahuan tentang musik dari berbagai aliran musik, baik itu dari membaca dan memperhatikan garapan musik seseorang. Sedangkan pengalaman bisa di dapatkan dengan cara mempelajari aransemen seseorang yang kita anggap pintar dan bagus. Dari kita mencontoh, maka selanjutnya kita akan terinspirasi untuk membuat aransemen sendiri.
Saya akan menceritakan pengalaman saya membuat aransemen musik. Pada awal saya terjun ke dunia musik, yaitu musik qosidah, terasa sangat berat sekali. dari rasa berat itu mendorong saya untuk belajar dan belajar bagaimana meramu sebuah pertunjukan qosidah atau samroh yang baik dan menarik. Awalnya saya mulai mencari ilmu bermain keyboard dan rebana, kebetulan saya pemain keyboard. Dalam hal ini saya harus banyak - banyak berterimakasih kepada rekan saya Pak Bambang Sugiarto, waktu itu dan sampai saat ini masih mengajar di SDN Ketabang 1. Mengapa, ......... ya karena ilmu beliaulah yang banyak saya ambil. bagaimana caranya....? Saya sekedar melihat beliau bermain keyboard, melatih dan melakukan perform bersama murid muridnya, uh sangat indah waktu itu. Saya sempat berfikir andaikan saya bisa main seperti Pak Bambang. he he he. mengharap.
Yang kedua adalah Pak Muchlas. Kalau tidak salah, waktu itu beliau masih menjadi Guru agama di sebuah SD Negri di Surabaya. Kenapa...? Beliau ini yang sangat saya hormati sampai saat ini. Dulu mungkin saya terlalu egois tidak mau dicampuri. Pernah sih tampil satu pangguing dengan beliau. Waktu itu maksud beliau mungkin membantu saya dengan menambahkan pukulan Bass keyboard ketika saya perform dengan murid saya. Wuiiiih rasanya mangkel banget. Musikku kok dicampuri. Dulunya sombong sih. Maklum belum punya ilmu n baru belajar. Betul ternyata tuh ilmu PADI. Makin banyak ilmunya makin merunduk. Lha waktu itu ilmu aja ndak punya tapi sombong luar biasa. he he he. Masih inget aku ketika di atas panggung di tanyain ama Pak Muchlas. " Mas main di mana...? lalu aku jawab "Ndak tau pak. sampean liat sendiri aja". Saat itu terus terang aku ndak faham n ndak ngerti apa maksudnya. Maklum kunci aja aku ndak ngerti. do re mi, kunci C, D, G gak ngerti sama sekali pokoknya. (lha gitu kok sombong) Nyuwun ngapunten Abah. he he he.
Selain itu, yang membuat saya mangkel sekali waktu itu adalah, ketika lomba di TRS, waktu itu final, saya kalah dengan beliau. Dulu saya berfikir musik saya bagus tapi kok bisa kalah. Kalau sekarang sih saya ngerti kalau dulu memang layak untuk kalah. wong rangerti opo opo. he he he. Apa sih yang bikin saya pede waktu itu. Waktu itu, saya mengajar samroh di sebuah SD Negri. SDN Kapasan 5. Waktu itu KepSek nya Pak Minoto. Waktu itu saya mengajar di sekolah itu dan lomba untuk pertama kali dengan waktu persiapan yang lumayan singkat dan pada penampilan pertama itu saya dan tim saya menang sebagai juara 1. Dan waktu itu pertama kali saya main keyboard di atas panggung, dengan murid saya yang pertama maju lomba dan juara satu. Hebat bukan......... itu menurut saya. he he he. sombong amat ya. Eh ternyata dari kesombingan itulah Allah menghukum saya. lomba berkali kali terus menerus kalah dan kalah. Akhirnya dari situlah Allah menyadarkan saya untuk belajar dan belajar terus.
Yang ketiga adalah Pak Arif atau saya panggil beliau BUYA ARIEF. Beliau dan jajaran juri juri lomba. Merekalah yang memberikan banyak Inspirasi kepada saya untuk belajar lebih baik dengan memberikan saran saran seputar ilmu bermusik.
Yang ke empat adalah saudara saya Ust Hasan gundul. begitu saya memanggilnya. Beliaulah yang mengajarkan saya untuk memainkan keyboard dengan gaya gambus. Saya sangat terinspirasi dengan beliau. Dari sinilah membuat saya bisa menguasai juara Surabaya waktu itu. Kalau ndak salah dua tahun berturut turut. Total kira kira 4 atau 5 kali saya n tim menjadi Jawara samroh di Surabaya. Kebetulan murid saya yang juara itu dari SDN Kertajaya. Tentu saja SDM yang baik sangat mendukung saya untuk menjadi jawara di Surabaya. Terimakasih anak anakku SDN Kertajaya. tak lupa juga murid muridku SDN Ketabang Satu, yang waktu itu pada tahun 2007 ikut mengantarkan saya menjadi salah satu juara di tingkat Propinsi Jawa Timur pada Pekan Seni Pelajar JATIM. Dan semua murid murid yang tak mampu ku sebutkan karena terlalu banyak. Makasih semuanya.
Kembali ke topik bagaimana pengalamanku meng aransemen musik qosidah.
Awal ketika belajar meng aransemen musik qosidah adalah mempelajari aransemen musik yang udah ada. Waktu itu aku meng aransemen lagu Engkau dari Pravita Sari. yang mana tugas ini diberikan oleh Pak Muhlas untuk menggantikan beliau mendampingi muridnya lomba. setelah itu saya mempelajari Ingat Hari Depan oleh Nasidaria. Inipun terinspirasi oleh Pak Muhlas yang waktu itu sering memainkan lagu ini ketika lomba. Setelah itu saya mencoba membuat aransemen sederhana lagu Muhammad Mataharinya Dunia oleh Nasidaria. Dan ajaibnya, Subhanallah, aku n muridku bisa menjadi Jawara di Kecamatan Gubeng dan waktu itu pun aku bisa mengalahkan Pak Muhlas yang waktu itu tampil dengan sangat baik. subhanallah. Dari situlah akhirnya kemampuanku bertambah dan bertambah.
Setelah beberapa waktu, ntah kapan, aku bertemu dengan Ust hasan yang waktu itu pendatang baru di dunia musik samroh SD. wau beliau tampil dengan sangat memukau dengan gaya gambusnya. Tapi waktu itu aku yang tetap jadi juara dikarenakan Ust Hasan waktu itu belum faham betul tentang aturan lomba. Jadi beliau kalah karena diskualifikasi. Dari beliau saya belajar bagaimana bermain nada nada SIKA yang identik dengan musik gambus. Sampai waktu itu beberapa tahun berturut turut saya n tim menjadi Jawara di dunia musik Qosidah SD. Dan akhirnya Ust Hasan sendiri yang akhirnya mengalahkan saya. ha ha ha. Guru memang selalu lebih unggul. TOOOOOOOOOOP. makasih Ust hasan.
Akhirnya sekarang saya harus belajar n belajar terus.
Maaf nih sampai sini aja. Pala udah pusing udah malem. Waktunya bobok. Daaaah.
Kamis, 3 MARET 2016, Pukul 23.33 WIB.
Hasbunallah wa ni'mal wakil. Ni'mal maula wa ni'man nasiir. Alhamdulillah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar